4 Lokasi Paling Horor di Korea Selatan, Destinasi Wajib Fans K-Horor!
Di balik gemerlap industri hiburan dan panorama alamnya yang memukau, Korea Selatan menyimpan sisi misterius yang terbungkus dalam fenomena K-Horor. Jauh dari kesan modern, masyarakat Negeri Ginseng hingga kini masih memelihara kepercayaan terhadap Shamanisme Korea atau Musok. Keberadaan Mudang, atau dukun wanita, dianggap sebagai jembatan sakral untuk berinteraksi dengan entitas dewa maupun arwah leluhur. Tak hanya itu, narasi mistis di sana sangat kental dengan sosok Gwishin—jiwa-jiwa yang tak tenang akibat kematian tragis dan masih membawa urusan yang belum terselesaikan di dunia manusia.
1. Tragedi di Balik Keangkeran Neulbom Garden, Jecheon
Sebagian masyarakat di Negeri Ginseng meyakini bahwa para Gwishin masih mendiami lokasi-lokasi tertentu, menjadikannya sangat ikonik karena aura mistisnya. Bagi Anda penggemar adrenalin, apakah Anda cukup bernyali untuk mengunjunginya? Merujuk pada Travel and Leisure Asia, destinasi pertama adalah Neulbom Garden.
Terletak di Jecheon, Chungcheong Utara, tempat ini dulunya merupakan restoran populer yang selalu ramai pengunjung. Namun, kebahagiaan keluarga pemiliknya sirna seketika akibat sebuah peristiwa tragis. Salah satu versi cerita menyebutkan sang putri meninggal dalam kecelakaan hebat, sementara versi lain menceritakan bahwa ia bertahan hidup namun dalam kondisi vegetatif yang sangat memilukan.
2. Misteri Rumah Berhantu Yeongdeok di Lereng Gyeongsang
Beralih ke wilayah Gyeongsang, terdapat sebuah bangunan ikonik yang dikenal sebagai Rumah Berhantu Yeongdeok. Berdiri kokoh di atas perbukitan dengan pemandangan langsung ke arah laut, rumah ini menyimpan sisi gelap yang kontras dengan keindahan alam sekitarnya. Meskipun arsitektur luarnya tampak biasa, masyarakat setempat percaya ada ratusan entitas yang mendiami bagian dalam bangunan ini. Keangkerannya berakar pada sejarah kelam masa Perang Korea, di mana lahan tersebut merupakan lokasi pemakaman massal bagi para tentara muda yang mengakhiri hidup mereka sendiri, menciptakan energi kutukan yang masih terasa hingga kini.
3. Sisi Kelam di Balik Eksotisme Pulau Jeju
Dikenal sebagai permata pariwisata Korea karena tradisi dan keindahan alamnya, Pulau Jeju ternyata menyimpan memori yang mencekam. Di balik lanskapnya yang menawan, terdapat luka sejarah yang dikenal sebagai Pemberontakan Jeju. Tragedi berdarah ini mengakibatkan hilangnya ribuan nyawa akibat konflik dan kekerasan masif. Bahkan, terdapat catatan sejarah tentang desa yang seluruh penduduknya dibantai, menjadikan pulau ini seolah sebuah kuburan massal raksasa. Masyarakat meyakini bahwa jiwa-jiwa yang menjadi korban perang tersebut kini masih menetap sebagai arwah penasaran di sepanjang tanah Jeju.
Pulau Jeju juga menyimpan kisah menyedihkan tentang Cheonyeo Gwishin, sosok hantu perawan yang sangat dihormati oleh penduduk di desa Tosan, Marado, dan Jeongui. Berdasarkan mitos setempat, mereka adalah wanita yang berpulang sebelum sempat membina rumah tangga, sering kali akibat peristiwa tragis seperti kekerasan atau keputusan mengakhiri hidup sendiri. Kesedihan mendalam inilah yang dipercaya mengubah mereka menjadi roh yang menetap di bumi.
Di sisi lain, Jeju memiliki Dokkaebi Road yang terletak di antara jalur Kota Jeju dan Taman Nasional Hallasan. Area ini dikenal karena fenomena “Jalan Misterius” yang melawan logika. Banyak yang percaya bahwa ilusi optik di mana mobil tampak bergerak menanjak sendiri meski mesin mati adalah hasil kejahilan Dokkaebi—makhluk mitologi serupa goblin yang gemar mempermainkan persepsi manusia.
4. RSJ Gonjiam: Puncak Destinasi Mistis di Gyeonggi
Peringkat tertinggi dalam daftar lokasi paling angker di Korea Selatan ditempati oleh Rumah Sakit Jiwa Gonjiam. Terletak di wilayah Gyeonggi, bangunan yang kini terbengkalai ini menjadi magnet bagi para pemburu entitas gaib karena aura negatifnya yang sangat kuat. Kondisi fisiknya sangat memprihatinkan; plafon yang nyaris roboh serta suara-suara aneh yang bergema di lorong sunyi menciptakan suasana yang sangat intimidatif.
Banyak yang percaya bahwa suhu dingin di dalam kamar pasien merupakan jejak memori kelam masa lalu. Reputasi buruk RSJ ini berawal dari kabar burung tentang banyaknya pasien yang tewas secara tidak wajar saat rumah sakit masih aktif. Bahkan, berkembang narasi mengerikan bahwa pemilik rumah sakit tersebut diduga melakukan tindakan keji terhadap para pasien yang mereka sandera.
